Minggu, 24 Juni 2018

Arti Hidup

Hidup Tidak Untuk Ditangisi

Bagi anda yang selalu ditimpa masalah dan selalu bersedih atasnya, saya ingin memberi sedikit motivasi. 

Setiap makhluk di dunia ini tak luput dari musibah, musibah itu sendiri yang akan membawa kita pada tempat tertinggi di hadapan Allah Swt. jika kita menjalaninya dengan ikhlas, sabar, dan bersyukur. Karena Allah Swt. tidak akan memberikan musibah kepada setiap hambanya lebih dari yang hambanya bisa tanggung. Dalam musibah itu juga yang bisa mengikis dosa kita sedikit demi sedikit jika kita sadar akan hal itu, lalu untuk apa hidup ini ditangisi? Jika ada orang yang berfikir tidak pernah mendapatkan kebahagiaan di dunia ini itu adalah kesalahan besar! Apa mereka tidak berfikir bahwa mereka bisa berpijak di bumi-Nya ini bukanlah suatu nikmat yang besar? Kita di dunia ini diberi nafas secara percuma oleh Yang Maha Pemurah, apa itu tidaklah kebahagiaan yang banyak? 
Ingatlah!!! 
Sekecil apapun penghasilan yang kita punya akan cukup untuk keperluan hidup. 
Sebesar apapun penghasilan yang kita punya tidak akan cukup untuk gaya hidup. 
Jadi, mulai saat ini mari kita bersama-sama untuk selalu ingat, untuk apa hidup yang kita jalani. Para ulama mengatakan dunia ini hanyalah terminal bagi kita untuk memilih jalan, yaitu kebahagiaan akhirat/penyesalan di akhirat. Jika kita hanya menghabiskan hidup ini untuk bersedih, maka kita tidak akan ingat akhirat, hingga kita tidak akan mendapatkan kebahagiaan akhirat pula. 
Jalani hidup anda dengan melakukan sesuatu yang menurut anda bisa membahagiakan diri anda selagi itu masih di jalan yang benar, karena bila kita melakukannya di jalan yang salah meskipun itu menyenangkan kita tidak akan pernah merasa kebahagiaan pula. Hidup ini hanya sekali jadi tidak layak untuk membuangnya dengan bersedih atas masalah masalah yang kita hadapi.
Bertemanlah dengan semua orang tetapi bergaulah dengan orang-orang yang membawa kebaikan. 
Lepaskanlah orang-orang yang menyakitimu, pertahankanlah orang-orang yang sayang padamu. Agar hidup ini lebih berarti penuhilalh hati kita dengan keimanan dan ketakwaan agar kita bisa mendapatkan ketenangan hidup. 
Seorang penyair filosof asal Pakistan mengatakan
"Jika iman telah tiad maka tidak ada lagi rasa aman, dan tidak ada dunia bagi siapa saja yang tidak menghidupkan iman, Barangsiapa rela dengan kehidupan agama, dia telah menjadikan kehancurannya sebagai teman karibnya."
{"Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Rabb-mu dengan hati yang puas dari diridhai-Nya"}(QS. Al-Fajr:27-28)

Tidak ada komentar: